mengawetkan senyummu
membingkai fragmen-fragmen memori kita
mengesampingkan logika
menyimak ukiran kalimatmu
mengartikan setiap gerakan tubuh
mengalihkan isi pikiranku
menyusuri sentuhan-sentuhan canggungmu
menyulut hati, kemudian meredamkannya
untuk KAMU,
yang membuat intuisi, raga, dan jantungku bekerja lebih keras dari biasanya.
No comments:
Post a Comment